Tipe Bawa Botol Minum Para Traveller Sejati

Saat mendaki gunung, Kalian tim botol minum atau waterpack/waterbladder? Lebih suka bawa yg mana?

Kalo gue team water bladder tapi selalu bawa botol minum untuk cadangan air minum. Apapun pilihannya yg penting wajib bawa air minum yes, inget kalian bukan onta yg menyimpan cadangan air.

Gue seneng bgt pakai water bladder karna mudah, sambil jalan bisa tetap minum gak perlu berhenti utk ambil botol lalu masukin lagi dan lain lain. Water Bladder yg gue bawa biasanya 1,5ltr – 2 ltr maklum gue doyan bgt minum air putih, dan gak ada tuh sejarahnya yg bilang saat mendaki gunung “jangan banyak minum air nanti berat badannya” hellaaww selama masih bergerak, berkeringat, pipis, air yg diminum gak akan bikin badan lu makin berat kok dan minum air putih itu sangat sehat sehat sehat, jadi selama pendakian jangan malas minum yes.

Kalo Capek, Ya Istirahat!! Kadang ada benernya juga sih yg temen gue @petualang_sosmed bilang, mendaki gunung itu ada 3 hal, Fisik, Mental dan sisanya adalah Gengsi. bener gak?? Hahaha.. Ada yg merelakan waktu istirahatnya diburu-buru atau bahkan dihilangkan karna gengsi dia lebih kuat, atau yg lain lebih kuat jangan sampai dia kalah dengan yg lain dan bla bla bla bla..

Buat gue sih naik gunung itu bukan kompetisi, gue gak suka mendaki dengan diburu-buru karna harus sampai puncak, harus ini itu, tapi kalo diburu-buru karna alasan safety, gue setuju.

Yang jelas, beberapa orang bisa kalah di awal start saat mendaki, karna lupa beristirahat, maksain jalan terus akhirnya tenaga habis saat diawal, kecuali kalo sudah paham fisik sendiri dan terlatih

Istirahat itu enak loh, ketika lelah berjalan biarkan tubuh berhenti untuk mengisi kembali energy yg sudah digunakan, minum, makan snack, atau sambil foto-foto, menikmati pemandangan juga bisa menghilangkan sedikit lelah.
Lalu kenapa harus buru-buru berlomba-lomba sampai puncak duluan sementara bukan sedang berkompetisi adu kecepatan?

“Terkadang banyak hal indah yg bisa ditemui saat di jalur pendakian, bukan hanya saat di puncak – karna memang melewati sebuah proses itu jauh lebih panjang dan berwarna daripada ketika tiba di tujuan” IMHO tapi memang ketika bisa menikmati hasil semua terbayarkan.. Dan tetap akan kembali lagi ke proses, karna tanpa proses tidak akan ada hasil.

Okay, jadi kalo begitu kalian tim yang mana? Pengejar tujuan? Atau penikmat proses?

Danau yang Dikelilingi Oleh Tujuh Gunung

Kerinci memang merupakan salah satu daerah kecil yang ada di Sumatra. Namun siapa sangka, masih banyak yang belum tahu bahwa kerinci memiliki banyak sekali keindahan alam yang sangat memukau.

Terutama untuk para traveler yang sangat suka mendaki gunung, kerinci adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Ada banyak sekali pegunungan serta wisata alam lain yang dapat dinikmati jika mengunjungi kota kecil ini.

Terpesona akan keindahannya? Atau terganggu karena nyanyian pendaki yang tak henti sampai pagi hari ?

Dingin Pagi di Danau Kaldera Purba Tertinggi di Indonesia - Regional  Liputan6.com

Mendaki ke gunung Kerinci ? Ga sah juga kalau kalian ga mendaki juga ke Danau Gunung Tujuh. Beuhh semangatku menggebu gebu kalau sudah yang namanya explore tempat tempat bagus.

Kalian tau ga, kalau Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi. Dapat diberi nama danau gunung tujuh pun karena danau yang memiliki luas 960 hektar, panjang 4 km, dan lebar 3 km ini dikeliling oleh tujuh gunung disekitarnya.

Selain itu nih, Danau Gunung Tujuh adalah salah satu danau yang terletak di dataran tinggi yaitu pada ketinggian 1.950 m di atas permukaan laut. Hal ini menyebabkan airnya sangat jernih dan dingin sekali dengan udara yang sangat sejuk. Sudah lah, tempat ini cocok buat kalian yang butuh tempat refresh pikiran, mencari ide ide baru. Tapiii itu sepertinya hanya di angan angan. Karena disini tuh kondisinya berisik banget. Banyak sekali pendaki yang masih remaja, naik bawa gitar. Nyanyi teriak teriak sampai pagi, dan itu sangat mengganggu.

Ga cuma suara nyanyian mereka yang berisik. Ada hal yang bikin miris, kebanyakan dari pendaki masih buang sampah sembarangan. Ga heran, beberapa tahun kedepan, bisa jadi Danau Gunung Tujuh ini rusak oleh sampah sampah dari pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Pendakian Danau Gujung Tujuh aturannya memang tidak seketat gunung lain. Tidak ada pemeriksaan barang bawaan, tidak ada pemeriksaan sampah. Dan yang tadi aku bilang, pendaki bebas bawa gitar. Ini yang mungkin harus dirubah, heheh. Semoga ya
.

Doa Di Beringin Kembar Akan Terwujud

Katanya ketika kita bersungguh-sungguh berdoa saat melalui dua beringin di alun-alun kidul ini, konon permohonan kita akan terwujud. Saat mencobanya pertama kali, niatku hanya sebatas iseng. Terlebih saat temanku bisa melaluinya dengan mudah.

Mataku ditutup dan aku mulai melangkah. Aku merasa aku berjalan lurus saat beberapa lama kemudian temanku menyadarkanku bahwa langkahku keliru. Aku membuka penutup mata, ternyata benar, aku gagal.

Diperingatkan Bapak yang menyewakan penutup mata untuk meminta dan berdoa dengan fokus. Aku tetap percaya tak percaya. Aku tidak hendak meminta pada pohon, pikirku. Kali kedua, yang terbersit di pikiranku adalah ketakutan akan kembali menapaki jalan yang keliru. And it realize! Aku gagal lagi.

Kali ketiga. Aku bertekad ini harus menjadi yang terakhir. Aku berpikir bagaimana caranya, saat Bapak tersebut kembali mengingatkanku untuk fokus pada harapan dan doa-doaku. Maka aku memulainya dengan bismillah. Aku betul-betul serius kini. Aku merapal doaku dan terus mengafirmasikannya. Aku tidak berpikir tentang hal lain lagi selain fokus pada doaku di dalam hati.

Done! Sampai!

Aku salah tentang satu hal! Aku belajar tentang satu hal! Aku tidak sedang menjadikan doaku sebagai sesajen pada pohon beringin kembar itu. Sama sekali tidak. Tapi aku sedang meminta dengan teramat, sebagai hamba yang berdoa dengan sungguh. Begitulah semestinya setiap tujuan dititi. Semesta mendukung, semesta mengantarkan aku. Aku belajar dari perjalanan teramat singkat melewati beringin kembar itu, tentang fokus, kesungguhan, yang harus dilebur dalam langkah, saat kita memperjuangkan keinginan dan harapan.

Memang Indonesia memiliki banyak sekali tempat yang sangat mistis dengna berbagai macam kepercayaan. Karena terpisah pulau, bahasa, suku, dan budaya yang berbeda – beda memang tidak semua orang dapat menerima kepercayaan yang tidak sama.

Namun, sebagai warga indonesia yang baik kita harus tetap teguh terhadap bhinneka tunggal ika. Meskipun berbeda – beda, kita semua tetap adalah satu kesatuan dari rakyat negeri tercinta kita yaitu Indonesia. Yuk, mari lebih perbanyak toleransi antar manusia.. Tidak ada ruginya loh..

Rupanya Daypack Memiliki Banyak Fungsi

Apa itu daypack? Nah ini adalah ransel yang memiliki kapasitas yang lumayan besar sehingga bisa muat banyak barang dan perlengkapan yang dibutuhkan. Biasanya daypack digunakan pada saat liburan dan memiliki banyak macam ukuran tergantung dengan kebutuhan pada saat traveling.

Tas daypack juga memiliki berbagai macam kualitas yang menyebabkan harganya berbeda – beda. Menurut para traveler sejati, daypack yang baik adalah yang memiliki bahan yang ringan namun kuat agar tidak menambah berat yang berlebihan.

√ Tas Ransel / Daypack Co-trek Kapuas 40l Include Rain Cover Terlaris  Terbaru Agustus 2021 harga murah - kualitas terjamin | Blibli

Nah, kualitas dari daypack ini pun menentukan harganya loh. Bahkan ada beberapa tas daypack yang didesain khusus agar bisa muat kamera dan laptop. Tas jenis ini sangat cocok sekali bagi anda yang sambil bekerja, ataupun merupakan seorang travel blogger.

Biasanya di dalam daypack pun akan disematkan beberapa tas lagi yang penting untuk memisahkan barang. Fungsinya agar mengambil barang dari dalam tas lebih mudah karena sudah ditata sedemikian rupa.

Setelah kemaren membahas apa itu daypack, nah sekarang ngobrol aja yuk. Biasanya daypack dipakai kemana aja sih? Kan gamungkin kamu main city tour tapi bawa tas carrier 100L padahal cuma jalan 1 hari dan isinya cuma 2 kaos. Hehe. Nah ini menurut Yud kapan enaknya makai daypack.

1. Menuju Puncak Gunung.
Biasanya, saat summit attack enaknya pakai daypack aja untuk bawa perbekalan. Carrier ditinggal di tenda. Enteng gaes!

2. Main ke Pantai.
Pasti dong! Buat bawa matras atau kamera cukup. Sama kain-kain biar gaya pas fotonya. Baju ganti dan handuk. Iya nggak?

3. City Tour.
Main ke museum, ke alun-alun, paling nyaman pakai daypack. Simpel, ga ribet, keliatan keren. Bisa masuk jaket dan lain-lain!

4. Trekking Santai.
Jalan-jalan santai di bukit atau hutan? Nyelip antara pohon pasti muat! Kan kecil daypacknya!

5. Main ke Mall.
Kata siapa daypack ga bisa dibawa ke Mall? Selama ini Yud sih cuek aja kalau ke Mall bawa itu daypack outdoor. Keren dan keliatan adventurer banget. Cihuy!

Kalau kamu, kira-kira pakai Daypack pas kemana nih gaes? Yuk!

Lembah Harau Hidden Gem di Sumbar

Salah satu hidden gem yang terdapat di sumbar adalah lembah harau. Tidak banyak memang yang mengetahui tempat ini, namun tempat ini menyimpan banyak sekali keindahan. Sesaknya kota membuat kita hampir tidak bisa bernapas dengan lega, tetapi tenang saja karena di lembah harau kalian bisa refreshing jiwa dan raga sepenuhnya.

12 Pilihan Hotel dan Penginapan di Payakumbuh 2020 - Pariwisata Sumut

Lembah harau juga memiliki berbagai macam penginapan. Salah satunya adalah yang paling dekat dengan air terjun. Harga penginapan permalam pun dibandrol sangat murah. Ada berbagai macam rumah penginapan yang disewakan dari harga Rp 150.000 – Rp 500.000. Rumah paling besar pun dapat ditinggali oleh lebih dari 5 keluarga. Murah sekali, bukan?

Perjalananku dan tim TravelGaul @travelgaul dalam kegiatan Padang Charity Trip akhirnya tiba juga di Payakumbuh. Kutanya pada beberapa orang tentang lokasi wisata yang menarik di sekitar Payakumbuh. Menurut mereka ada tiga lokasi wisata yang menarik, yaitu Harau, Ngalai, dan Kelok 9. Aku segera membuka smartphone dan mencari tentang ketiga lokasi itu. Ternyata, Harau sangat menarik perhatianku. Seluruh tim kuracuni agar sengaja mau pergi ke Harau, dan itu berhasil!

Perjalanan dari kota Payakumbuh menuju Harau memakan waktu sekitar 40 menit. Di sepanjang perjalanan, kami dimanjakan dengan pemandangan sawah dan cicitan burung yang saling bersahutan. Angin kencang masuk melalui sela-sela jendela mobil, rasanya menghirup udah sesegar ini merupakan berkah bagi kami yang biasa hidup di hiruk pikuk megapolitan.

Lalu kami mulai memasuki daerah lembah Harau. Jalan mulai menyempit dan terlihat tebing-tebing kecil. Ternyata, semakin jauh ke dalam, tebing itu semakin meninggi! Megahnya tebing itu terlihat kontras dengan rumah-rumah kecil yang ada di bawahnya. Luar biasa. Tebing-tebing tinggi ini terbentuk akibat adanya aktifitas geologi yang terjadi di bawah permukaan, yang menyebabkan Lembah Harau ini terpatahkan dan terangkat ke permukaan. Hal itulah yang membuat tebing-tebing di Harau memiliki ciri-ciri yang unik.

Semakin ke dalam lembah, kami menemukan juga air terjun yang biasa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berenang santai. Dengan tiket seharga 10ribu rupiah saja per orang, kami bisa menikmati kombinasi keindahan lembah dan dinginnya air terjun. Superb!

Maratua Trip Bersama Tim Maratuadventure

Sesampainya di Berau, saya langsung dijemput oleh Chan @cece_chaann salah satu anggota tim @maratuadventure. Nah sebelumnya saya kenal si Chan ini dari perjalanan saya di Flores Bersama #DabesTrip. Ternyata kali ini saya tak sendiri, Chan mengundang beberapa orang lagi termasuk dua orang pemenang challenge yang diadakan oleh MaratuaADV, berhadiah perjalanan ke Derawan gratis. Ternyata, pemenang challenge yaitu Raisa @raisarhmh ngikut juga. Ada juga pemenang lain Bang Pong @pongsuarya, KK @buaaya dan Dini @diniauliad. Sebelumnya, saya dan teman-teman lain juga pernah jalan bareng, jadi gak ada lagi rasa canggung.

Lalu dari Berau, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Di sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur, karena saya benar-benar kurang tidur akibat insiden diturunkan dari pesawat sebelumnya. Sayang, ada beberapa jalan yang rusak dari Berau menuju Tj Batu, yang membuat saya kadang terbangun akibat lubang yang cukup dalam.

Maratua Island - Indonesia Travel

Dua jam setengah berlalu. Kami tiba di Pelabuhan Tanjung Batu, salah satu gerbang menuju Derawan. Sebenarnya, ada dua Gerbang menuju Derawan, yaitu Tarakan dan Tj Batu. Tetapi, Tarakan sudah jarang digunakan karena biaya boat yang lebih mahal dan jarak yang lebih jauh. Disana juga nggak ada boat reguler jadi mau nggak mau harus carter.

Ternyata, menyebrang dari Tj Batu menuju Pulau Derawan tak memakan waktu lama. Hanya butuh setengah jam, pulau cantik nan eksotis menyambut kami. Beberapa dermaga panjang dengan rumah berwarna warni menghiasi pesisir pantai. Kami tiba di Pulau Derawan!

Rasanya, ada yang kurang kalau nggak berfoto bersama. Jadi kami memulai perjalanan ini dengan foto bareng. Dasar emang orang yang cuek, disaat yang lain bergaya semaksimal mungkin, saya cuma sarungan doang. Duh, gak match!

Perjalanan saya hari ini bersama @maratuadventure dimulai dengan mengeksplor salah satu Pulau yang sangat terkenal di Kepulauan Derawan, yaitu Pulau Maratua. Sebenarnya, ada 4 Pulau yang terkenal, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua.

Perjalanan dari Derawan menuju Maratua memakan waktu kurang lebih satu jam menggunakan speedboat. Ombak hari ini cukup kencang mengguncang speedboat kami. Untungnya, sang Motoris handal dalam menyesuaikan bantingan ombak. Tapi saya bisa menjamin, yang gak kuat mabuk laut, dijamin muntah ditempat.

Sesampainya di Maratua, kami disambut oleh dermaga yang cukup panjang. Terlihat rumah diatas air yang sekilas seperti cottage. Bangunan yang dibangun dari bahan kayu ulin, lalu dipernis berwarna coklat tua membuat pemandangan di dermaga terlihat kontras. Laut yang biru dengan cottage diatas air. Superb.

Ternyata, komplek ini adalah bangunan dari Maratua Paradise Resort. Wajar saja dikemas dengan baik. Sebenarnya cukup banyak water cottage yang sedang dibangun dan dikembangkan. Misalnya water cottage di Derawan dan di Gorontalo.

Asli, gak sabar lagi buat loncat dari dermaga. Berdasarkan referensi teman-teman, katanya sib wajib lompat dari dermaga biar afdhal. Saya jadi ingat, urusan afdhal gak afdhal. Saat di Misool mengunjungi danau ubur-ubur, saya disuruh oleh guide untuk jilat tanah biar afdhal dan aman dari gangguan. Percaya gak percaya saya sih jilat aja tanahnya, daripada kejadian kayak si Nenek Tua dulu. Hih!

3 Gunung Dengan Tradisi Pendakian Paling Unik.

Indonesia terkenal dengan banyaknya gunung api yang indah. Jadi tidak heran lagi jika banyak wisatawan asing dari seluruh dunia berdatangan ke  Indonesia untuk liburan demi bisa melihat keindahan gunung api secara langsung.

Biasanya, Sebelum mendaki, terdapat beberapa desa di sekitaran gunung yang mengharuskan para pendaki mengikuti ritual tertentu sebelum mendaki. Penasaran seperti apa ? Ini dia 3 gunung dengan tradisi pendakian paling unik.

1. Gunung Binaiya, Maluku

Gunung ini menjadi gunung tertinggi di Maluku yang berada di kawasan Taman Nasional Manusela. Untuk mencapai puncak, kamu bisa melakukan pendakian melalui jalur yang melewati sebuah desa bernama Desa Kanikeh di sebelah Utara.

Nah, sebelum melakukan pendakian, ketua adat Desa Kanike akan memerintahkan para pendaki untuk memakan kapur pinang, dan buah sirih. Selain itu, penduduk desa juga akan mengurbankan seekor ayam sebagai persembahan untuk meminta keselamatan.

2. Gunung Gamalama, Ternate

Saat hendak mendaki Gunung Gamalama, semua pendaki yang hendak naik di haruskan membaca doa Kere Fere (Naik Gunung) yang di pimpin langsung oleh juru kunci. Selain itu, pendaki dalam satu kelompok tidak boleh berjumlah ganjil agar tidak celaka.

Aturan lain yang berlaku, pendaki tidak boleh memaki orang, mengucapkan kata-kata kasar, dan membawa minuman keras. Juru kunci juga berpesan agar para pendaki tidak buang air kecil sembarangan, pasalnya terdapat kompleks makam tua para wali penyebar ajaran Islam di sini. Bila dilanggar, pendaki tersebut bisa tersesat.

3. Gunung Halau-halau, Kalimantan Selatan

Gunung ini berada di tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai tengah, dan Tanah Bumbu. Suku Dayak menganggap gunung ini keramat, sehingga siapa saja yang ingin mendaki gunung ini harus ada izin dari Kepala adat.

Saat sudah bertemu dengan kepala adat, barulah para pendaki di beri beberapa peringatan yang harus di ikuti. Seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan, harus berdoa bersama saat mau mendaki, dan tidak boleh berkata kasar. Selain itu, siapa saja tidak boleh melakukan pendakian saat sedang ada upacara adat.

Itulah 3 gunung dengan tradisi pendakian uniknya. Jika kamu suka mendaki gunung, wajib untuk mengikuti peraturan yang berlaku demi keselamatan dan kelancaran saat mendaki.

Ada Ceker Setan di Palangkaraya?

Palangkaraya adalah sebuah kota yang indah dan juga merupakan ibukota dari Kalimantan tengah. Bahkan awal Indonesia merdeka, kota palangkaraya ini sempat dilirik untuk dijadikan ibukota negara Indonesia oleh presiden soekarno.

Ada banyak sekali kekayaan alam dan wisata yang sangat indah di kota palangkaraya ini. Tidak heran kenapa banyak sekali wisatawan yang suka mengunjungi kota ini untuk berlibur. Disini kita akan mendengar cerita tentang seorang travel blogger yaitu Ashari Yudha yang mengunjungi Palangkaraya bersama teman – temannya dan menemukan hal lucu disana.

Udara sore ini terasa sejuk. Tumben sekali Palangkaraya seadem ini, padahal biasanya panasnya seakan membakar kulit. Tampaknya, sore ini akan turun hujan, karena langit mulai gelap. Awan-awan hitam saling menggulung satu sama lain. Cuaca yang nggak tepat untuk hari terakhir di Palangkaraya, hufh.

Palangka Raya - Wikipedia

Teman-teman InstaNusantara Pky kali ini mengajak saya ke Pelabuhan Rambang. Pelabuhan Rambang sendiri bukan hanya sekedar pelabuhan biasa, tetapi juga tempat berlabuh bagi orang-orang yang kelaparan. Terdapat banyak pilihan kuliner lokal mulai dari mie kuning, kue banjar, hingga bingka barandam. Tapi saya tertarik mencoba mie kuning dengan olahan ceker bakar yang katanya juara.

Setelah menunggu beberapa saat, datang pula ceker yang saya pesan. Tak hanya ceker, ada paha bakar, ati bakar, usus, dan lain-lain. Pesta jeroan.

Tiba-tiba, seseorang tertawa menunjuk salah satu ceker yang ada di atas piring.

“Yud! Lo angkat dah itu Ceker! Kocaaaaak!”

Saya melihat ceker itu dan mengangkatnya. Sempat berpikir sejenak, saya baru tau maksud dari teman saya itu.

Fuck*ng Ceker. Sepotong ceker ayam dengan jari tengah yang mengacung ke atas. Mirip gesture untuk mengejek orang lain. Ya, pasti semua orang tau lah ya.

Akhirnya, jadilah ceker ayam itu menjadi bullyan kami semua. Ada yang dipakai buat foto narsis lah, foto kirim temannya lah, segala macam. Nggak ngerti lagi, baru sekali nemu makanan yang bisa insult orang lain.

Pertanyaan saya sekarang, adakah yang mau makan ceker itu?

Pantai Panjang di Bengkulu Beneran Panjang?

Jika jalan – jalan ke bengkulu, belum afdhal namanya jika belum bermain ke pantai panjang. Seperti namanya, pantai ini memang panjang sekali sekitar 7 km dan memiliki lebar 500 meter. Dari pusat kota bengkulu, pantai panjang bisa ditempuh hanya dengan jarak 4 km saja. Bahkan jarak dari kota ke pantai lebih dekat dari panjang pantai itu sendiri. Dilansir dari instagram catatanbackpacker, ini dia pengalaman Ashari Yudha ketika pergi ke pantai panjang yang merupakan salah satu ikon kota bengkulu.

Pantai Panjang Bengkulu : Pantai Terpanjang dan Terunik di Bengkulu

“Panjangan yang kamu apa yang aku?”.

“Yang kamu lah. Yang aku mah nggak panjang. Udah gitu yang kamu item lagi.”

“Iya, ya. Ga enak diliat ya sayang?”.

“Yoi gak enak panjang item gitu. Potong gih”.

“Yaudah aku potong deh. Mana pinjem gunting kukunya ya.”.

Ngomongin panjang-panjangan emang bisa bikin ambigu. Bengkulu emang nggak habis-habisnya kalau ngomongin tentang panjang-panjangan. Kemaren, bunga bangkai panjangnya, eh tingginya tinggi banget. Nah, ada juga destinasi di Bengkulu yang terkenal saking panjangnya. Pernah denger tentang Pantai Panjang?

Pantai Panjang merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan yang berlibur ke Bengkulu. Kenapa disebut pantai panjang, karena garis pantai ini panjang banget bos, lebih dari delapan kilometer! Bahkan, banyak yang bilang lebih dari itu, berdasarkan darimana kemana garis pantai itu ditarik. Ada yang bilang, hingga 12 kilometer! Edan!

Nah, Pantai Panjang ini juga merupakan salah satu lokasi dimana para atlet Triathlon dalam event Festival Bumi Rafflesia berkompetisi. Ada juga beberapa atlit internasional yang mengikuti event Triathlon kali ini. Seru banget ngeliat mereka saling beradu cepat, suasana kompetisi terasa banget disini.

Kembali lagi ke Pantai Panjang, ada hal yang cukup unik dari si Pantai Panjang ini. Biasanya kan sepanjang pantai itu kebanyakan ditumbuhi oleh pohon kelapa, nah beda dengan si Pantai Panjang. Kalau Pantai Panjang malah ditumbuhi oleh pohon Cemara, karena dulu setelah meletusnya Gn Krakatau, Pantai di Bengkulu ditanami oleh pohon Cemara pada periode pemerintahannya Sir Stanford Raffles. Inget pelajaran sejarah?.

Jalan – Jalan ke Kota Chiang Mai Thailand

Thailand adalah sebuah negara yang sangat wajib dikunjungi. Seluruh kuliner, tempat wisata, keindahan alam, serta budaya yang sangat banyak membuat thailand menjadi tempat yang sangat spesial sekali. Kali ini kita akan melihat itinerary di Thailand dari seorang travel blogger yaitu Ashari Yudha.

Chiang Mai. Mungkin, bagi para pejalan yang baru pertama kali ke Thailand, kota Chiang Mai bukan salah satu kota yang dipilih, karena biasanya Bangkok dan Pattaya yang menjadi tujuan utama. Tetapi, bagi yang sudah sering kembali ke Thailand, Chiang Mai merupakan kota yang nyaman sekali untuk di eksplor.

Chiang Mai merupakan kota terdua terbesar di Thailand setelah Bangkok. Nah karena letak si Chiang Mai ini dekat dengan pegunungan alias dataran tinggi, makanya suhunya lebih adem. Berhubung dekat dengan pegunungan, makanya destinasi di Chiang Mai di dominasi oleh wisata alam. Selain itu, harga makanan jugaaaaa lebih murah! Kenikmatan hakiki buat yang mau backpackeran kesini!

Daftar Tiket Pesawat Murah ke Chiang Mai Thailand, Tarif Mulai Rp 1 Jutaan  - Tribunnews.com Mobile

Tujuan pertama saya di Chiang Mai adalah air terjun Watchiratan. Air terjun ini sih biasa aja, tapi letaknya ada di taman nasional Doi Inthanon lho. Nah, di tengah2 Doi Inthanon ini ada titik tertingginya Thailand

Kalau kamu ingin mengelilingi Doi Inthanon, siap-siap aja membutuhkan waktu beberapa hari karena taman nasionalnya LUASSS banget, lebih luas dari tanah engkong kamu. Kalau kamu udah naik ke titik tertingginya si Don Inthanon yang tingginya hanya 2565 meter, dan itupun kamu bisa naik mobil ke puncaknya (serius). Jadi untuk sampai ke titik tertingginya Thailand itu gampang banget, dan karena posisi titiknya di tengah hutan jadi kamu nggak bisa ngeliat pemandangan sekitarnya.

Setelah dari sana, saya melanjutkan ke Royal Twin Pagodas. Dua Pagoda ini dibangun untuk merayakan ulang tahun raja yang ke 60. Disini ada dua buah pagoda yang besar dan letaknya bersebrangan. Disampingnya ada aneka macam bunga dengan berbagai warna. Pokoknya buat selfie mah top abis lah! Nah udah puas keliling dua Pagoda ini, kamu bisa ngelanjutin ke destinasi berikutnya yang cukup ngeri, yaitu White Temple, kuil Surga dan Neraka