Traveling ke Thailand dan Melihat Kayan Long Neck

Sudah beberapa bulan pandemic ini membuat pergerakan kita jadi lebih terbatas. Terlalu banyak hal-hal biasa yg dilakuin dulu jadi sangat rindu ingin dilakukan saat ini. Setelah new normal ini diberlakukan, gimana ya perubahan yg akan kita adaptasi ketika ngetrip nanti. Untuk berharap keadaan pulih seperti awal rasanya nggak akan mungkin lagi, walaupun sebenernya segala kemungkinan bisa saja terjadi. Banyak hal yg nggak bisa diprediksi lagi dengan tepat semenjak pandemic ini menerjang kita bersama. Setiap hari selalu berharap yg terbaik akan segera terjadi setelah semua ini kita lalui

Jaga jarak, gunakan masker, jaga kebersihan diri, tingkatkan imunitas tubuh dan stay positive thinking, kalau nggak penting-penting banget ya kurangin berkumpul di tempat umum.

Buat para pecinta traveling, tenang saja karena kini berpergian sudah bisa dilakukan dengan mengikuti dan mematuhi protokol yang ada loh. Pertama – tama kamu harus lakukan vaksin terlebih dahulu. Setelah itu jangan lupa untuk mengunduh aplikasi peduli lindungi yang berguna untuk memperlihatkan status vaksinasi kamu.

Ketika ingin bepergian kamu harus melakukan tes antigen atau pcr swab 1×24 jam sebelum berangkat. Gunanya adalah agar anda dan para penumpang pesawat lain sama – sama memiliki status yang aman untuk bepergian kemana – mana.

Ketika sudah sampai di Bandara jangan lupa untuk mematuhi aturan kesehatan yang ada. Contohnya adalah dengna menggunakan masker. Jika ingin lebih efisien pakailah masker dua lapis.

Kali ini aku berpergian ke Thailand dan mengunjungi salah satu tradisi disana yaitu wanita yang memiliki leher panjang Kayan long neck woman in Baan Tong Luang, Chiang Mai. Kalau kalian main ke Chiangmai, ada satu desa yg menurut gue wajib dikunjungi, desa ini dibuat khusus sebagai salah satu desa wisata, dimana didalamnya terdapat beberapa rumah yg ditinggali oleh beberapa suku tradisional yg ada di area Chiangmai ini, salah satunya Kayan tribe ini yang merupakan suku asli dari perbatasan Myanmar.

Ya selain Chiang Mai terkenal akan kulinernya yg enak-enak dan murah-murah, kalian bisa explore beberapa spot menarik disana. Jadi kangen kulineran Chiangmai

Long Weekend Dapat Dimanfaatkan untuk Trekking

Long weekend merupakan salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para pecinta pendaki gunung. Pada saat long weekend ini dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk menjalankan hobi. Jika hanya sekedar weekend biasa yang hanya 2 hari akan sangat melelahkan bagi para pendaki ini.

Selamat ngetrip buat insan petualang yg haus akan long weekend dan kangen jalan-jalan  *maafkan bahasa abex kaka..
Have a Safe Traveling!! have a safe trekking!!

inget tujuan dari sebuah perjalanan adalah “kembali pulang dengan selamat”. Yang gak ngetrip jangan manyuunn.. ayooo mampir ke Outfest siapa tau bisa dapetin diskon-diskon cantik 70% dari brand2 ketjeehh.
yg masih kerja, jangan galau.. mari nabung buat ngetrip  happy long week end folks!

Beberapa perbatasan pada saat mendaki gunung kinabalu dapat kita temui selama perjalanan. ini adalah perbatasan PHP sebelum puncak, gue pikir ini puncaknya.. ternyata masih jaauuuhh cyiinn..
menuju puncak masih terdapat sign board dan di design lengkap dengan informasi penunjuk jarak yg ketika dibaca bikin sakit hati karna ternyata puncak masih jauh..

pemandangan disini juga keren banget.. ah jadi kangen Kinabalu yang ini jalur menuju hampir puncak.. masih nanjak lagi… semua jalur difasilitasi dengan tambang.. karena beberapa part cukup terjal..

kebayang gak gue udah pegangan tambang ajah masih jatuh ketiup angin.
nafas tinggal setengah tiang nih.. tapi tetep mental gak ada abisnya.

SUMMIT ATTACK LOWS PEAK OF MT. KINABALU 4.095,3mdpl
akhirnya sampe juga di puncak setelah menerjang angin, melawan mgantuk, menahan dingin, dan dengan tanjakan… *tssaaeelllaahh bahasa gue…

gue kembali sadar bahwa gue tidak ada apa-apanya di gunung, meski ini bukan yg pertama kali ke Kinabalu, tetap saja gue memulai semuanya dari Nol.
itulah yg gue bilang, kalau mendaki gunung bukanlah soal “pride” bukan soal siapa hebat, tapi soal hidup…

aaakkkhhh semoga Indonesia bisa mencontoh yg baik dari alam negri tetangga. Selain itu, tetaplah menjaga kebersihan gunung selama perjalanan dan pada saat sampai di puncak ya.

Isi Travel Pouch Pada Saat Mendaki Gunung

Ketika sedang traveling atau mendaki gunung, tentu saja kita akan sulit menemukan barang – barang yang dibutuhkan apalagi jika menjelajahi alam. Maka dari itu sebelum mulai traveling ataupun mendaki gunung, ada baiknya untuk mempersiapkan kebutuhan yang bisa membantu atau mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan.

Saat traveling atau mendaki gunung biasanya gue selalu siapin kotak ajaib atau travel pouch serba guna buat nyimpen perintilan.. Ini berguna bgt loh.. Sebenarnya apa aja sih yang ada di travel pouch? Apa yang perlu dibawa dan apa yang bisa diabaikan? Ini dia tips nya.
Nah Tips mendaki gunung kali ini akan bahas isi kotak ajaib gue :

1. Pisau serbaguna
Udah pasti tau kegunaanya utk apa
Ini berguna bgt buat survival.
Buat sunat kamu kalo macem macem jg bisa.

2. Headlamp
Mau jalan pagi, sampenya sore, pokoknya headlamd harus dikotak ajaib terus.
Kita ga pernah tau kpn kesasar/pisah dr rombongan..

3. Jarum, Peniti, pinset, benang
Yah ini buat menjahit apa ajah lah, menjahit hati yg luka jg mungkin bisa

4. Pembalut
Banyak guna nya jg nih, selain jd sahabat miss vaginawaty, ini jg bs jd perban utk luka yg berdarah, atau ganjelan tas biar ga lecet

5. Plastik (serbaguna)
Ini buat nyimpen air, atau buat bungkus apa ajah deh.. Berguna..
Buat nutup muka elu jg bisa kalo elu betingkah digunung

6. Liner
Gue selalu bawa liner gue kemana2. Bahan tipis, bentuknya kecil, bisa jd alas tidur dimana2

7. Battery
Battery cadangan itu penting!

8. Alat Tulis/Kertas
Yaahh siapa tau dpt ilham bisa jadi pujangga nulis puisi ditengah hutan *ya kalii

9. Senter kecil
Buat menerangi hati yg sedang redup

10. Korek Api / Gas / kayu
Ini juga salah satu yg penting nih
Buat survival bisa jg

11. ID Card
Kali ajah kotak ajaib gue ilang, kalian tau kok kemana harus kembalikan

Silahkan tambahin isi kotak ajaib buat nambah ilmu… Monggo sharing nya
Sekian Tips kacrut gue kali ini, semoga bermanfaat

Tips Mencegah Hipotermia Pada Saat Trekking Gunung

sebagai seorang Pendaki Gunung tentunya harus tau apa itu Hipotermia dan pelajari gimana cara mencegahnya. Tips ini wajib diketahui oleh kamu yang ingin bisa mencegah hipotermia terjadi ya!

Nyoookkk simak tips mendaki gunung berikut ini, cekiibbrroottt : ∆ Mencegah Hipotermia

1. Bawalah Perlengkapan sesuai safety procedure, terutama pakaian sperti Polar, Windbreaker, Jacket Waterproof, Raincoat, Kaos & celana ganti kering yg quick dry, Kupluk, Sepatu, Kaos Kaki, Sarung tangan dll

2. Saat dingin,tutupi bagian tubuh yg mudah menyerap dingin seperti Telinga, Jari Tangan & Kaki, dan Pusar (yaaa kaallee naik gunung pake baju yg nongolin puser, udah kaya mau ke emoll) .

3. Segera ganti baju yg basah karna berkeringat atau karna kena Hujan, jgn ditunda!

4. Jika mulai Hujan/Gerimis, segera pakai raincoat/jacket waterproof. Gak usah gegayaan mau main ujan lari-lari di pohon, inget ini bukan film india.

5. Hindari main air di gunung apalagi berendam di air dingin.

6. JANGAN PAKAI CELANA JEANS!
Bahan jeans itu kalo basah susah kering, apalagi kena hujan & keringat. Basah yg ada di jeans akan lebih gampang diserap oleh tubuh dan membuat tubuh menjadi dingin.

7. Saat tidur, kenakanlah pakaian yg hangat, polar/thermal, pakai sleeping bag, dan alas dgn matras. Buat panas tubuh tetap ada. Ga usah pake Lingerie atau Kimono.. Ini bukan hotel.

8. Saat break dijalan, usahakan jgn tidur, karna saat tidur suhu tubuh bisa turun dgn cepat, minumlah air hangat dan bergerak2 sedikit

9. Minum minuman yg hangat, yg manis jg boleh dan Makan! Tubuh butuh asupan kalori, makan makanan yg berkalori agar makanan bisa dibakar tubuh lg dan menjadikan energy baru yg bisa menghasilkan panas tubuh.

10. Gak usah sok ikut2an temen buka baju saat Tubuh sedang drop dan dingin, apalagi kalo gak kuat angin, gak nambah kegantengan jg kok, hanya demi foto bisa mengundang penyakit apalgi kalo ujung2 nya minta dikerokin juga.

11. Yg penting, cari tahu aturan mendaki gunung dan patuhi alam. Jangan sembrono berbicara kasar ataupun melakukan hal tidak senonoh.

Jalur Pendakian Gunung Kerinci yang Penuh Lika Liku

Halo para pecinta travelling terutama pendaki gunung.. Yang udah pernah ke kerinci pasti gak akan pernah lupa sama jalur ini!

Kalo dipikir-pikir jalurnya emang keren sih, hutan padat dan basah khas tropis bikin gue jatuh cinta. Tapi setelah shelter 1, jalur nanjak disertai gokils harus bergelantungan dan berpijak di akar pohon kaya tenyom.. Bukan cuma kekuatan kaki atau kekuatan cinta yg dibutuhkan ((ya kelleus kekuatan cinta)), tapi kekuatan tangan dan otak dibutuhkan supaya gak terpeleset.. dan gak kapok balik lagi (((gak kapok)))

Gunung Kerinci di Jambi

Jalur becek, berlumpur, kanan kiri tanah, harus bergesekan dgn dinding tanah.. Yah siap-siap ajah bakalan kotor.. Well, kalo gak mau kotor atau jijik-an dengan lumpur, mending main di emoll jangan naik gunung eh tapi kemarin kaki gue cuma kotor sedikit loh, ajaib!

Well Done Kerinci, You had my leg  and you had my heart

Ps. Buat temen-temen yg mau mendaki Kerinci, stay safe yah! Good luck.. Happy safe trekking! Jangan buang sampah sembarangan yes!

Sayang kaki kudu pake sepatu.. Sayang laki kudu di …..

Shoes? One of the most important gear for trekking as I loooovvee my feet.. Sama sih kaya perkara pake helm, orang lebih pilih gak pake helm karena gak nyaman..(((bukan karna faktor keamanan))) .

Tapi buat gue, justru gue lebih aman dan nyaman pakai sepatu ketika di gunung.. Apalagi saat summit dengan medan kerikil, menanjak, bebatuan, dll kebayang banyak resiko cidera utk kaki. Gue hanya pakai sandal ketika di campsite ajah sih, buat sirkulasi udara.. Yah gak perlu juga sih tidur pake sepatu.

Dan di Kerinci kemarin dengan medan dan jalur seperti itu masih banyak dong yg pake sendal, bahkan sendal jepit cedyiihh liat nya.. .

Coba yuukk, berpikir lagi.. Naik gunung lebih penting aman atau nyaman?

Ps. Sepatu gue Eiger series Cypress, vibram, TropicalShell super ringan dan enak bgt dipake. High cut level untuk melindungi kaki dari cidera ankle dan sepatu ini cocok dipakai di hutan tropis..

Tipe Bawa Botol Minum Para Traveller Sejati

Saat mendaki gunung, Kalian tim botol minum atau waterpack/waterbladder? Lebih suka bawa yg mana?

Kalo gue team water bladder tapi selalu bawa botol minum untuk cadangan air minum. Apapun pilihannya yg penting wajib bawa air minum yes, inget kalian bukan onta yg menyimpan cadangan air.

Gue seneng bgt pakai water bladder karna mudah, sambil jalan bisa tetap minum gak perlu berhenti utk ambil botol lalu masukin lagi dan lain lain. Water Bladder yg gue bawa biasanya 1,5ltr – 2 ltr maklum gue doyan bgt minum air putih, dan gak ada tuh sejarahnya yg bilang saat mendaki gunung “jangan banyak minum air nanti berat badannya” hellaaww selama masih bergerak, berkeringat, pipis, air yg diminum gak akan bikin badan lu makin berat kok dan minum air putih itu sangat sehat sehat sehat, jadi selama pendakian jangan malas minum yes.

Kalo Capek, Ya Istirahat!! Kadang ada benernya juga sih yg temen gue @petualang_sosmed bilang, mendaki gunung itu ada 3 hal, Fisik, Mental dan sisanya adalah Gengsi. bener gak?? Hahaha.. Ada yg merelakan waktu istirahatnya diburu-buru atau bahkan dihilangkan karna gengsi dia lebih kuat, atau yg lain lebih kuat jangan sampai dia kalah dengan yg lain dan bla bla bla bla..

Buat gue sih naik gunung itu bukan kompetisi, gue gak suka mendaki dengan diburu-buru karna harus sampai puncak, harus ini itu, tapi kalo diburu-buru karna alasan safety, gue setuju.

Yang jelas, beberapa orang bisa kalah di awal start saat mendaki, karna lupa beristirahat, maksain jalan terus akhirnya tenaga habis saat diawal, kecuali kalo sudah paham fisik sendiri dan terlatih

Istirahat itu enak loh, ketika lelah berjalan biarkan tubuh berhenti untuk mengisi kembali energy yg sudah digunakan, minum, makan snack, atau sambil foto-foto, menikmati pemandangan juga bisa menghilangkan sedikit lelah.
Lalu kenapa harus buru-buru berlomba-lomba sampai puncak duluan sementara bukan sedang berkompetisi adu kecepatan?

“Terkadang banyak hal indah yg bisa ditemui saat di jalur pendakian, bukan hanya saat di puncak – karna memang melewati sebuah proses itu jauh lebih panjang dan berwarna daripada ketika tiba di tujuan” IMHO tapi memang ketika bisa menikmati hasil semua terbayarkan.. Dan tetap akan kembali lagi ke proses, karna tanpa proses tidak akan ada hasil.

Okay, jadi kalo begitu kalian tim yang mana? Pengejar tujuan? Atau penikmat proses?

Danau yang Dikelilingi Oleh Tujuh Gunung

Kerinci memang merupakan salah satu daerah kecil yang ada di Sumatra. Namun siapa sangka, masih banyak yang belum tahu bahwa kerinci memiliki banyak sekali keindahan alam yang sangat memukau.

Terutama untuk para traveler yang sangat suka mendaki gunung, kerinci adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Ada banyak sekali pegunungan serta wisata alam lain yang dapat dinikmati jika mengunjungi kota kecil ini.

Terpesona akan keindahannya? Atau terganggu karena nyanyian pendaki yang tak henti sampai pagi hari ?

Dingin Pagi di Danau Kaldera Purba Tertinggi di Indonesia - Regional  Liputan6.com

Mendaki ke gunung Kerinci ? Ga sah juga kalau kalian ga mendaki juga ke Danau Gunung Tujuh. Beuhh semangatku menggebu gebu kalau sudah yang namanya explore tempat tempat bagus.

Kalian tau ga, kalau Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi. Dapat diberi nama danau gunung tujuh pun karena danau yang memiliki luas 960 hektar, panjang 4 km, dan lebar 3 km ini dikeliling oleh tujuh gunung disekitarnya.

Selain itu nih, Danau Gunung Tujuh adalah salah satu danau yang terletak di dataran tinggi yaitu pada ketinggian 1.950 m di atas permukaan laut. Hal ini menyebabkan airnya sangat jernih dan dingin sekali dengan udara yang sangat sejuk. Sudah lah, tempat ini cocok buat kalian yang butuh tempat refresh pikiran, mencari ide ide baru. Tapiii itu sepertinya hanya di angan angan. Karena disini tuh kondisinya berisik banget. Banyak sekali pendaki yang masih remaja, naik bawa gitar. Nyanyi teriak teriak sampai pagi, dan itu sangat mengganggu.

Ga cuma suara nyanyian mereka yang berisik. Ada hal yang bikin miris, kebanyakan dari pendaki masih buang sampah sembarangan. Ga heran, beberapa tahun kedepan, bisa jadi Danau Gunung Tujuh ini rusak oleh sampah sampah dari pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Pendakian Danau Gujung Tujuh aturannya memang tidak seketat gunung lain. Tidak ada pemeriksaan barang bawaan, tidak ada pemeriksaan sampah. Dan yang tadi aku bilang, pendaki bebas bawa gitar. Ini yang mungkin harus dirubah, heheh. Semoga ya
.

Lembah Harau Hidden Gem di Sumbar

Salah satu hidden gem yang terdapat di sumbar adalah lembah harau. Tidak banyak memang yang mengetahui tempat ini, namun tempat ini menyimpan banyak sekali keindahan. Sesaknya kota membuat kita hampir tidak bisa bernapas dengan lega, tetapi tenang saja karena di lembah harau kalian bisa refreshing jiwa dan raga sepenuhnya.

12 Pilihan Hotel dan Penginapan di Payakumbuh 2020 - Pariwisata Sumut

Lembah harau juga memiliki berbagai macam penginapan. Salah satunya adalah yang paling dekat dengan air terjun. Harga penginapan permalam pun dibandrol sangat murah. Ada berbagai macam rumah penginapan yang disewakan dari harga Rp 150.000 – Rp 500.000. Rumah paling besar pun dapat ditinggali oleh lebih dari 5 keluarga. Murah sekali, bukan?

Perjalananku dan tim TravelGaul @travelgaul dalam kegiatan Padang Charity Trip akhirnya tiba juga di Payakumbuh. Kutanya pada beberapa orang tentang lokasi wisata yang menarik di sekitar Payakumbuh. Menurut mereka ada tiga lokasi wisata yang menarik, yaitu Harau, Ngalai, dan Kelok 9. Aku segera membuka smartphone dan mencari tentang ketiga lokasi itu. Ternyata, Harau sangat menarik perhatianku. Seluruh tim kuracuni agar sengaja mau pergi ke Harau, dan itu berhasil!

Perjalanan dari kota Payakumbuh menuju Harau memakan waktu sekitar 40 menit. Di sepanjang perjalanan, kami dimanjakan dengan pemandangan sawah dan cicitan burung yang saling bersahutan. Angin kencang masuk melalui sela-sela jendela mobil, rasanya menghirup udah sesegar ini merupakan berkah bagi kami yang biasa hidup di hiruk pikuk megapolitan.

Lalu kami mulai memasuki daerah lembah Harau. Jalan mulai menyempit dan terlihat tebing-tebing kecil. Ternyata, semakin jauh ke dalam, tebing itu semakin meninggi! Megahnya tebing itu terlihat kontras dengan rumah-rumah kecil yang ada di bawahnya. Luar biasa. Tebing-tebing tinggi ini terbentuk akibat adanya aktifitas geologi yang terjadi di bawah permukaan, yang menyebabkan Lembah Harau ini terpatahkan dan terangkat ke permukaan. Hal itulah yang membuat tebing-tebing di Harau memiliki ciri-ciri yang unik.

Semakin ke dalam lembah, kami menemukan juga air terjun yang biasa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berenang santai. Dengan tiket seharga 10ribu rupiah saja per orang, kami bisa menikmati kombinasi keindahan lembah dan dinginnya air terjun. Superb!

Maratua Trip Bersama Tim Maratuadventure

Sesampainya di Berau, saya langsung dijemput oleh Chan @cece_chaann salah satu anggota tim @maratuadventure. Nah sebelumnya saya kenal si Chan ini dari perjalanan saya di Flores Bersama #DabesTrip. Ternyata kali ini saya tak sendiri, Chan mengundang beberapa orang lagi termasuk dua orang pemenang challenge yang diadakan oleh MaratuaADV, berhadiah perjalanan ke Derawan gratis. Ternyata, pemenang challenge yaitu Raisa @raisarhmh ngikut juga. Ada juga pemenang lain Bang Pong @pongsuarya, KK @buaaya dan Dini @diniauliad. Sebelumnya, saya dan teman-teman lain juga pernah jalan bareng, jadi gak ada lagi rasa canggung.

Lalu dari Berau, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Di sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur, karena saya benar-benar kurang tidur akibat insiden diturunkan dari pesawat sebelumnya. Sayang, ada beberapa jalan yang rusak dari Berau menuju Tj Batu, yang membuat saya kadang terbangun akibat lubang yang cukup dalam.

Maratua Island - Indonesia Travel

Dua jam setengah berlalu. Kami tiba di Pelabuhan Tanjung Batu, salah satu gerbang menuju Derawan. Sebenarnya, ada dua Gerbang menuju Derawan, yaitu Tarakan dan Tj Batu. Tetapi, Tarakan sudah jarang digunakan karena biaya boat yang lebih mahal dan jarak yang lebih jauh. Disana juga nggak ada boat reguler jadi mau nggak mau harus carter.

Ternyata, menyebrang dari Tj Batu menuju Pulau Derawan tak memakan waktu lama. Hanya butuh setengah jam, pulau cantik nan eksotis menyambut kami. Beberapa dermaga panjang dengan rumah berwarna warni menghiasi pesisir pantai. Kami tiba di Pulau Derawan!

Rasanya, ada yang kurang kalau nggak berfoto bersama. Jadi kami memulai perjalanan ini dengan foto bareng. Dasar emang orang yang cuek, disaat yang lain bergaya semaksimal mungkin, saya cuma sarungan doang. Duh, gak match!

Perjalanan saya hari ini bersama @maratuadventure dimulai dengan mengeksplor salah satu Pulau yang sangat terkenal di Kepulauan Derawan, yaitu Pulau Maratua. Sebenarnya, ada 4 Pulau yang terkenal, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua.

Perjalanan dari Derawan menuju Maratua memakan waktu kurang lebih satu jam menggunakan speedboat. Ombak hari ini cukup kencang mengguncang speedboat kami. Untungnya, sang Motoris handal dalam menyesuaikan bantingan ombak. Tapi saya bisa menjamin, yang gak kuat mabuk laut, dijamin muntah ditempat.

Sesampainya di Maratua, kami disambut oleh dermaga yang cukup panjang. Terlihat rumah diatas air yang sekilas seperti cottage. Bangunan yang dibangun dari bahan kayu ulin, lalu dipernis berwarna coklat tua membuat pemandangan di dermaga terlihat kontras. Laut yang biru dengan cottage diatas air. Superb.

Ternyata, komplek ini adalah bangunan dari Maratua Paradise Resort. Wajar saja dikemas dengan baik. Sebenarnya cukup banyak water cottage yang sedang dibangun dan dikembangkan. Misalnya water cottage di Derawan dan di Gorontalo.

Asli, gak sabar lagi buat loncat dari dermaga. Berdasarkan referensi teman-teman, katanya sib wajib lompat dari dermaga biar afdhal. Saya jadi ingat, urusan afdhal gak afdhal. Saat di Misool mengunjungi danau ubur-ubur, saya disuruh oleh guide untuk jilat tanah biar afdhal dan aman dari gangguan. Percaya gak percaya saya sih jilat aja tanahnya, daripada kejadian kayak si Nenek Tua dulu. Hih!

3 Gunung Dengan Tradisi Pendakian Paling Unik.

Indonesia terkenal dengan banyaknya gunung api yang indah. Jadi tidak heran lagi jika banyak wisatawan asing dari seluruh dunia berdatangan ke  Indonesia untuk liburan demi bisa melihat keindahan gunung api secara langsung.

Biasanya, Sebelum mendaki, terdapat beberapa desa di sekitaran gunung yang mengharuskan para pendaki mengikuti ritual tertentu sebelum mendaki. Penasaran seperti apa ? Ini dia 3 gunung dengan tradisi pendakian paling unik.

1. Gunung Binaiya, Maluku

Gunung ini menjadi gunung tertinggi di Maluku yang berada di kawasan Taman Nasional Manusela. Untuk mencapai puncak, kamu bisa melakukan pendakian melalui jalur yang melewati sebuah desa bernama Desa Kanikeh di sebelah Utara.

Nah, sebelum melakukan pendakian, ketua adat Desa Kanike akan memerintahkan para pendaki untuk memakan kapur pinang, dan buah sirih. Selain itu, penduduk desa juga akan mengurbankan seekor ayam sebagai persembahan untuk meminta keselamatan.

2. Gunung Gamalama, Ternate

Saat hendak mendaki Gunung Gamalama, semua pendaki yang hendak naik di haruskan membaca doa Kere Fere (Naik Gunung) yang di pimpin langsung oleh juru kunci. Selain itu, pendaki dalam satu kelompok tidak boleh berjumlah ganjil agar tidak celaka.

Aturan lain yang berlaku, pendaki tidak boleh memaki orang, mengucapkan kata-kata kasar, dan membawa minuman keras. Juru kunci juga berpesan agar para pendaki tidak buang air kecil sembarangan, pasalnya terdapat kompleks makam tua para wali penyebar ajaran Islam di sini. Bila dilanggar, pendaki tersebut bisa tersesat.

3. Gunung Halau-halau, Kalimantan Selatan

Gunung ini berada di tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai tengah, dan Tanah Bumbu. Suku Dayak menganggap gunung ini keramat, sehingga siapa saja yang ingin mendaki gunung ini harus ada izin dari Kepala adat.

Saat sudah bertemu dengan kepala adat, barulah para pendaki di beri beberapa peringatan yang harus di ikuti. Seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan, harus berdoa bersama saat mau mendaki, dan tidak boleh berkata kasar. Selain itu, siapa saja tidak boleh melakukan pendakian saat sedang ada upacara adat.

Itulah 3 gunung dengan tradisi pendakian uniknya. Jika kamu suka mendaki gunung, wajib untuk mengikuti peraturan yang berlaku demi keselamatan dan kelancaran saat mendaki.